Pelebaran Simpang Jalan Asshobirin Serpong Yang Bikin Macet 1 KM Tiap Pagi
Pelebaran Simpang Jalan Asshobirin Serpong Yang Bikin Macet 1 KM Tiap Pagi
Memasuki pertengahan Agustus 2026, langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengatasi kemacetan kronis di kawasan Serpong mulai direalisasikan.
Proyek pelebaran Simpang Jalan Asshobirin—jalur penghubung vital yang menghubungkan kawasan pemukiman Serpong menuju koridor utama Serpong–Raya Bogor dan tol—resmi memasuki tahap pengerjaan fisik.
Penanganan ini merespons keluhan warga yang kerap terjebak antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 1 kilometer setiap jam berangkat kerja.
Simpang Jalan Asshobirin selama ini menjadi salah satu titik leher botol (bottleneck) terparah di wilayah Tangsel akibat pertemuan arus kendaraan dari pemukiman padat, kendaraan angkutan umum, serta akses masuk-keluar kawasan komersial sekitar.
Fokus Pekerjaan dan Rekayasa Lalu Lintas
Penambahan Lajur Jalan: Pemkot Tangsel membebaskan dan meratakan sebagian lahan di sisi simpang guna menambah lajur belok kiri langsung serta memperluas area antrean lampu lalu lintas (traffic light).
Penataan Drainase & Trotoar: Bersamaan dengan pelebaran jalan, saluran air di sepanjang jalur tersebut diperbaiki untuk mencegah genangan saat musim hujan yang kerap memperparah kemacetan.
Pemberlakuan Pembatas Waktu Angkutan Berat: Selama pengerjaan fisik berlangsung, kendaraan berat imbau untuk menggunakan jalur lingkar alternatif pada jam-jam sibuk pagi (06.00–08.30 WIB) dan sore (16.30–19.00 WIB).
Imbauan bagi Pengguna Jalan dan Warga Serpong
Gunakan Rute Alternatif: Bagi komuter yang biasa melintasi Simpang Asshobirin saat jam kerja pagi, disarankan beralih sementara ke jalur alternatif via koridor Jelupang atau Tol Kunciran–Serpong.
Berangkat Lebih Awal: Pengendara yang tetap harus melewati jalur tersebut diimbau mengalokasikan waktu perjalanan ekstra 15–20 menit guna mengantisipasi penyempitan lajur selama proyek pengerjaan berlangsung.
Patuhi Arahan Petugas: Personel Dishub Tangsel disiagakan di titik simpang untuk memandu alur kendaraan secara manual selama masa transisi konstruksi.
Proyek pelebaran Simpang Jalan Asshobirin ini ditargetkan rampung pada akhir Kuartal III 2026. Kehadiran lajur tambahan ini diharapkan mampu memangkas durasi kemacetan hingga 50 persen, memberikan kelancaran mobilitas harian bagi ribuan komuter Serpong dan sekitarnya.